Untukmu
Bapak
Bapak…
Kebersamaan kita telah tenggelam
Pada suatu hari ke dua puluh enam
Di bulan tiga tahun dua ribu enam
Di bulan dua, empat belas dua enam
Bapak…
Sewindu sudah kepergianmu
Padahal masih segar di ingatanku
Gurat tua yang penuhi wajahmu
Yang mengubah garangmu menjadi sendu
Bapak…
Kini ada sesal yang teramat berat
Karna seakan aku telah berhianat
Pada sesuatu yang kuanggap amanat
Harapmu yang hanya lahir dengan isyarat
Bapak…
Rasa sesalku semakin nyata
Karna tak bisa buat dia bahagia
Suri terahir yang engkau cinta
Yang slalu berikan kami sgalanya
Bapak…
Adakah kau tau ku merindumu
Yang seakan meluap di dalam kalbu
Aku berharap kau juga rindu
Meski
tak sekalipun ku bahagiakanmu
Bapak…
Sebuah hikmah dengan kau pergi
Sekarang kami telah diberi hati
Oleh mereka yang sempat benci
Harus berbagi engkau bersama kami
Ya Razzaq…
Di tengah malam-Mu aku mengemis
Untuk dia yang sering buatku menangis
Karena rasa rindu yang terasa mengiris
Untuk dia yang sering kali tak logis
Berwelas asih kapada para agamis
Yang dengan kekasih-Mu ada hubungan
biologis
Untukmu Bapak,
Muhammad Ibnu Sahil Nawawi (1924-2006)